Inilah buntut dari kekesalan dan kecewaan saya terhadap Pro XL, salah satu provider monyet GSM Indonesia. Masih jelas di ingatan saya, pada tahun 2000 an Pro XL merupakan produk telekomunikasi yang tarifnya paling mahal se-Indonesia. Meskipun tarif Pro XL sekarang tetaplah mahal, tapi ia punya segudang promosi. Dimulai dari bebas bicara selama 17 jam sehari, SMS gratis, dan lain sebagainya.

Dampaknya? Awalnya saya tidak terlalu memikirkan dampak dari promo Pro XL ini. Dalam seminggu, saya bisa menerima 5 panggilan atau SMS yang tidak dikenal, yang intinya mengajak kenalan. Tapi apa yang terjadi 3 hari belakangan ini sungguh mengesalkan. Ada satu pengguna provider monyet ini yang melakukan serangan di tengah malam. Awalnya tidak saya hiraukan, namun karena siangnya menelpon kembali, akhirnya saya angkat panggilan itu. Pikiran saya adalah, penelpon memiliki urusan penting. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Lagi-lagi, si penelpon hanya minta berkenalan! Malah awalnya mengaku salah sambung. Dan dia tak hanya berhenti di sana. Hingga panggilan keempat, akhirnya saya angkat dan saya biarkan HP saya dalam posisi Loud Speaker. Read the rest of this entry »